rupiah-tembus-rp-14000usd-pengusaha-sebut-seperti-disuruh-rugi
Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berdampak buruk pada dunia usaha di Kota Medan, Sumatera Utara. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Medan, Rusmin Lawin mengatakan dari keterangan berbagai pelaku usaha, omset yang didapatkan belakangan ini terus menurun.
Penurunan omzet bahkan cukup drastis sehingga mengkhawatirkan pengusaha. "Semua sektor omset turun paling sedikit 30 persen," kata Rusmin seperti dilansir Antara, Selasa (25/8).
Rusmin mengakui, kondisi saat ini membuat pengusaha dilema. Di satu sisi, pengusaha sangat ingin tetap menjalankan usaha. Namun di sisi lain, daya beli atau serapan masyarakat sangat rendah sehingga usaha yang dijalankan terus merugi.
Pengusaha diharuskan membeli berbagai material atau benda dengan harga tinggi karena melemahnya Rupiah. Namun pengusaha tidak dapat menaikkan harga karena tidak akan mampu dibeli masyarakat. "Pengusaha dilematis, seperti disuruh rugi," kata Rusmin.
Padahal, sektor usaha yang dijalankan tersebut memiliki pasar yang sangat besar dan mempunyai pengaruh ekonomi yang cukup signifikan.
Dia mencontohkan, sektor properti dengan masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki rumah pribadi, termasuk kalangan PNS yang jumlahnya mencapai sekitar 120 ribu orang berdasarkan pendataan tahun 2008.
Selain memperkecil peluang bagi masyarakat dalam kepemilikan rumah, melemahnya nilai tukar Rupiah itu juga mempengaruhi usaha lain yang terkait properti seperti industri batubara, semen, pasir, kayu, dan material lainnya.
"Padahal, sektor properti itu cukup strategis, permintaan masih tinggi," katanya.
Category: Uang


0 comments